Ivanmei@ Weblog

Semakin banyak aku tahu ternyata semakin sedikit yang kutahu!

KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH ???

1. Tanah Yang Terlupakan

Ketertinggalan infrastruktur jalan di kalimantan menjadi sisi gelap pulau yang selama puluhan tahun dijadikan daerah “perahan” bagi negara ini untuk menyuplai kayu, emas, permata, batu bara, bijih besi, minyak dan gas bumi hingga kelapa sawit. Puluhan tahun harta pulau ini dikeruk melalui jalur darat dan sungai, diperas SDA-nya namun sangat minim infrasrtukturnya. Yah, jalur darat memang belum terhubung, apalagi jalur penerbanagn udara yang tidak bisa menghubungkan empat provinsi di Kalimantan dalam satu rute penerbangan. Dari Kalbar – Kalsel, Kalteng – Kaltim harus transit dulu ke Jakarta atau Surabaya, tentu ini adalah sebuah penerbangan yang mahal dan melelahkan.. Jalur laut mengalami nasib yang persis seperti jalur udara. Untuk mencapai Kalsel-Kalbar harus melewati Semarang atau Jakarta..Hal ini senada dengan yang dilontarkan ucapan oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang sebagai koordinator Forum Kerja Sama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan baru –baru tadi.

2. Kehausan Ditengah Lautan

Hal ini belum lagi menyangkut soal penerangan, krisis listrik di Kalimantan. Jangan tanya kalau di pedalaman bagaimana keadaannya bos… Ironis…..dan timpangya pembangunan pusat dan daerah terlihat sangat jelas. Padahal, 94 persen produksi batu bara nasional bersumber dari perut bumi Kalimantan. Batu baranya telah menerangi Kota-kota di Indonesia bahkan sampai ke Jepang, Cina dan Korea. Tapi Kalimantan tetap penerangannya sangat memperihatinkan. Listrik hari ini menyala, mungkin besok tidak !!! Permainan seperti apa lagi ini ? Keadilan seperti masih engggan untuk memihak rakyat Kalimantan. Padahal berbagai upaya dilakukan pemimpin bumi Kalimantan, tapi hasilnya masih jauh dari harapan. Sepertinya paradigma lama “KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH “ masih malas angkat kaki dari tanah ini.

3. Termarjinalkan Dalam Pembangunan

Kalimantan memang letaknya bukanlah di Timur sehingga ada sebuah kebijakan untuk mempercepat ketertinggalannya seperti halnya NTT dan Papua. Kalimantan persisnya di tengah-tengah bagian Indonesia . Ketimpangan kebijakan pembangunan sangatlah terasa di Kalimantan jika dibandingkan dengan di Pulau seberang. Lihat saja di pulau seberang sebagai contoh kecil adalah infrastruktur berupa jalan. Disana sudah dibangun jalan layang, berpuluh-puluh jalan tol, jalan berbadan lebar dan mulus. Sedangkan di Kalimantan ? Boro-boro jalan tol berpuluh-puluh, jalan utama saja masih amburadul apalagi jalan trans Kalimantan ?!? Padahal dapat digambarkan sebagai ilustrasi sederhana, bayangkan jika anda menghasilkan banyak pendapatan, tetapi diberi “upah” yang tidak semestinya dari jerih payah yang dilakukan tersebut, apakah itu adil ? Sementara sebaliknya, orang yang sedikit pendapatannya tetapi diberi “upah” banyak ? Adilkah ini ? Kalimantan diperas sumber daya alamnya hanya dijadikan sebagai sumber pendapatan, tanpa mempertimbangkan kelayakan bagi hasilnya. Dan hal ini berlangsung sudah puluhan tahun bos.. Jadi adalah wajar jika Kalimantan menuntut pembangunan yang adil… Jadi adalah wajar jika Kalimantan dulu isunya pernah mau berdiri-sendiri… Jadi adalah wajar jika Kalimantan meminta perhatian yang lebih…

4. Pulau Harapan Masa Depan

Mungkinkah ? Apakah harapan dengan angan kosong semata ? Atau karangan yang dinyanyikan untuk menidurkan rakyat Kalimantan dari ketertinggalannya supaya terus tidur pulas disaat orang lain sudah bisa pergi ke bulan ? Bagaimana mungkin dijadikan pulau harapan jika pulaunya terus dikeruk, diperas, diambil sarinya dan ditinggalkan ampasnya ? Lihatlah bekas galian tambang batu bara, separah apa sudah dampak yang ditimbulkannya ? Reklamasi yang setengah hati dijadikan kedok tipis untuk dijadikan tameng… Alhasil, setelah terjadi bencana alam, tanah longsor, banjir, puting beliung barulah mulai berfikir salah siapakah ini ? Kok sekarang alam tidak bersahabat ? Sekali lagi, bagaimana mungkin Kalimantan dikatakan pulau harapan sementara harapan-harapan itu telah dikeruk, diambil hampir tanpa sisa ?

Kemanakah hati nurani anda setelah tahu hal ini ???

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.